SALAKAN, klikbanggai.com — Satu dari empat unit kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) hibah Pemerintah Korea Selatan yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah, hingga kini belum dapat digunakan karena mengalami kendala teknis.
Kendaraan tersebut merupakan bagian dari armada Damkar hibah asal Korea Selatan yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik, menyusul munculnya dugaan mark-up anggaran dalam proses penanganan dan pengiriman barang hibah dari Jakarta menuju Banggai Kepulauan.
Saat ini, tiga unit kendaraan Damkar dilaporkan berada dalam kondisi baik dan telah difungsikan untuk mendukung pelayanan operasional. Sementara satu unit lainnya masih belum dapat dioperasikan secara normal akibat gangguan pada sistem pengereman.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Banggai Kepulauan, Moh. Adnan Datu Adam, SE, menjelaskan, berdasarkan laporan petugas di lapangan, kerusakan pada kendaraan tersebut telah terjadi sejak sekitar Maret atau April 2026.
“Menurut rekan-rekan di lapangan, kendaraan mengalami kendala teknis sejak Maret atau April kemarin,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Menurut Moh. Adnan Datu Adam, SE, pihaknya telah melakukan upaya penanganan dengan menghubungi PT KAJAMA selaku fasilitator yang menangani proses rekondisi kendaraan tersebut.
Pihak perusahaan kemudian mengirimkan tenaga teknis ke Banggai Kepulauan untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap unit Damkar yang bermasalah.
“Sudah dilakukan pemeriksaan lapangan oleh teknisi yang dikirim ke Bangkep dan kendalanya sudah teridentifikasi, yaitu pada sistem pengereman,” katanya.
Namun, proses perbaikan belum dapat diselesaikan karena terkendala ketersediaan suku cadang kendaraan.
Armada Damkar hibah tersebut diketahui bermerek DAEWOO, pabrikan asal Korea Selatan. Karakteristik kendaraan yang tidak banyak beredar di Indonesia disebut membuat beberapa komponen pengganti sulit ditemukan di pasar domestik.
“Yang menjadi kendala adalah langkanya spare part unit tersebut di pasaran. Sementara ini mereka berupaya mencarikannya dari luar,” ujar Adnan.
Ia mengatakan, kondisi tersebut berbeda dengan kendaraan dari sejumlah merek yang memiliki populasi lebih besar di Indonesia sehingga komponen penggantinya relatif mudah diperoleh.
“Hingga saat ini kami masih menunggu informasi lebih lanjut terkait ketersediaan parts tersebut,” tambahnya.
Tiga Unit Tetap Beroperasi.
Meski satu kendaraan mengalami kerusakan, tiga unit Damkar hibah lainnya disebut masih dalam kondisi layak dan tetap digunakan untuk mendukung pelayanan pemadam kebakaran di Banggai Kepulauan.
Belum diketahui secara pasti kapan unit yang mengalami gangguan sistem pengereman tersebut dapat kembali beroperasi. Perbaikan masih bergantung pada keberhasilan penyedia atau pihak yang menangani rekondisi dalam memperoleh suku cadang yang sesuai.
Kondisi satu unit Damkar yang belum dapat digunakan itu kembali menjadi perhatian mengingat armada tersebut sebelumnya telah menjadi sorotan publik terkait proses pengelolaan barang hibah dan anggaran pengirimannya dari Jakarta ke Banggai Kepulauan.
Karena itu, transparansi terkait proses perbaikan, biaya yang timbul, tanggung jawab pihak fasilitator, serta kepastian waktu kendaraan kembali beroperasi menjadi penting untuk memastikan aset daerah tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal bagi pelayanan masyarakat.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai estimasi waktu kedatangan suku cadang maupun target penyelesaian perbaikan kendaraan Damkar tersebut.
**|Red|













