BANGGAI KEPULAUAN, klikbanggai.com – Di tengah meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), armada pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah, harus bekerja dengan keterbatasan.
Dari empat unit mobil pemadam kebakaran yang tersedia, satu unit saat ini belum dapat dioperasikan karena mengalami kendala teknis. Sementara tiga unit lainnya masih dalam kondisi siap digunakan untuk pelayanan operasional.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Banggai Kepulauan, Moh. Adnan Datu Adam, SE, mengatakan, dari tiga armada yang berfungsi, satu unit telah lebih dari sebulan dikerahkan untuk membantu penanganan krisis air bersih di Kecamatan Bulagi.
“Untuk saat ini tiga unit dalam keadaan fit dan difungsikan dalam pelayanan operasional. Satu unit sementara masih mengalami kendala teknis,” kata Adnan.
Ia menjelaskan, satu unit mobil damkar yang berada di Kecamatan Bulagi digunakan untuk mendukung distribusi air bersih bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Armada tersebut telah berada di lapangan selama lebih dari satu bulan untuk membantu masyarakat yang terdampak krisis air bersih.
Dengan demikian, hanya dua unit mobil damkar yang saat ini berada di markas dan dapat segera dikerahkan apabila terjadi kebakaran.
Dua armada tersebut masing-masing terdiri atas satu unit mobil supply atau pemasok air dan satu unit mobil tembak yang digunakan untuk pemadaman langsung.
Menurut Adnan, kedua armada itu terus disiagakan dan selama ini dimaksimalkan untuk menangani kejadian karhutla maupun kebakaran lainnya di wilayah Banggai Kepulauan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebutuhan terhadap armada pemadam meningkat seiring maraknya kejadian kebakaran lahan pada musim kering.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga harus membagi armada yang tersedia untuk mendukung penanganan kebutuhan air bersih masyarakat.
Satpol PP dan Damkar Banggai Kepulauan pun berupaya memastikan dua unit yang berada di markas tetap dalam kondisi siap operasi sehingga dapat segera dikerahkan apabila terjadi kebakaran.
**|Red|













